seperti mendung yang mengisyaratkan hujan,
atau merah yang mengisyaratkan panas,
aku ada dengan seribu isyarat untukMu,
isyaratku hanya diam, isyaratku bukanlah kata-kata.
saat ini aku hanya tertunduk,
meratapi takdir,
isyarat akan ketidaksabaranku.
isyaratMu memudahkan segala.
kemarin aku merenung menangis,
menyesali takdir,
isyarat akan kebodohanku.
isyaratMu KAU selalu ada di sampingku.
dan kelak aku tersungkur,
tak berdaya akan diri sendiri,
isyarat akan kecerobohanku.
isyaratMu KAU tak pernah langgar janji-janjiMu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar